Pendidikan Kewarganegaraan

PPKM Diperpanjang, Sekolah Dasar di Kabupaten Bandung kembali terapkan PJJ

Gambar gerbang masuk SDN JUNTI GIRANG 01 & 02.

Oleh Asri Nabillah pada 26 Juli 2021


Bandung –
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) resmi diperpanjang sampai 2 Agustus 2021. Sektor pendidikan menjadi 100% online menyebabkan pembelajaran tatap muka tidak bisa dilakukan. SDN Junti girang 01 kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh mengingat kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dikarenakan kasus penyebaran Covid-19 yang melonjak.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang merencanakan pembelajaran tatap muka terbatas pada beberapa daerah tidak terlaksana. Setelah pemberlakukan PPKM Level 4 selesai, tentu tidak bisa langsung melakukan pembelajaran tatap muka, karena keputusan ada di pemerintah apakah sekolah dapat menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas atau mengharuskan pembelajaran jarak jauh.

Berbagai kendala dan keluhan dirasakan oleh guru, siswa, dan orang tua siswa. Keterbatasan teknologi yaitu kepemilikan telepon genggam yang canggih menjadi kendala bagi sebagian orang tua siswa serta tidak semua siswa memiliki telepon genggam ada yang saling berbagi dengan orang tuanya. Bahkan dalam beberapa kasus, ada orang tua yang bekerja sehingga siswa dapat mengetahui informasi belajar ketika orang tuanya pulang bekerja.

Keterbatasan kuota internet dan jaringan menjadi kendala selanjutnya dari pembelajaran daring. Tidak semua siswa dan orang tuanya mampu untuk membeli kuota di tengah pandemi yang semakin sulit untuk mengais rezeki. Meskipun pemerintah sudah memberi kuota belajar gratis, nyatanya tidak semua tempat memiliki jaringan yang bagus untuk menunjang kegiatan belajar siswa.

Para guru yang berusia 50 tahun ke atas sulit untuk beradaptasi dengan teknologi. Banyak dijumpai beberapa guru yang kesulitan memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan belajar online seperti penggunaan aplikasi zoom, google meet, google classroom, google form, kahoot, dan quizizz. Oleh karena itu, pembelajaran terjadi hanya 1 arah melalui whatsapp group saja.

“Pembelajaran daring efektif ketika guru memberi tugas melalui WA, lalu siswa mengerjakan di rumah, satu minggu kemudian disetorkan ke sekolah yang diwakilkan oleh setiap daerahnya, dan di hari itu juga siswa mengambil buku baru untuk pembelajaran yang berbeda. Hal tersebut dirasa efektif sampai sekarang dan semoga saja anak-anak yang KKN ini dapat membantu guru untuk beradaptasi dengan teknologi,” ujar Kepala Sekolah SDN Juntigirang 01, Ato Ispurwanto, S.Pd., M.Pd., Sabtu (3/7).