Pendidikan Kewarganegaraan

Share

TIM PKM RSH: Peningkatan Karakteristik Warga Negara melalui Kesehatan Mental

Tim PKM RSH

Pandemi Covid-19 sudah lama berlangsung di Indonesia, banyak orang yang sudah paham mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik, namun tak sedikit juga yang lupa akan pentingnya kesehatan mental. Kesadaran pentingnya kesehatan mental cenderung diabaikan oleh beberapa pihak. Seringkali kita menganggap sehat tidaknya seseorang hanya dilihat dari keadaan fisiknya saja. Secara tidak sadar, bahwa kesehatan terbagi menjadi kesehatan fisik dan kesehatan mental. Kita harus mengetahui bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sangat penting, baik untuk diri sendiri bahkan untuk kemajuan Negara. Dosen Pendidikan Kewarganegaraan UPI Bandung, Dr. Syaifullah, S.pd., M.Si. menyebutkan bahwa kesehatan mental memiliki peran yang sangat penting terhadap peningkatan karakteristik warga negara bahkan hal ini berkaitan dengan adanya revolusi mental yang bermula digagas oleh Bung Karno. Kesehatan mental merupakan bagian integral dari aspek kesehatan dan kesejahteraan negara. Nilai-nilai kemanusiaan yang dibentuk sebagai karakteristik warga negara yang pancasilais merupakan sebuah pendekatan humanistik meliputi pikiran, perasaan, serta nilai-nilai dalam kehidupan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh beberapa Mahasiswa UPI Bandung melalui program kemendikbud yakni Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menghasilkan sebuah platform edukasi untuk kesehatan mental warga negara terutama generasi Z yang dinamai dengan Solidaritas Mental Health (SOMEAH). Sejatinya kemajuan serta kemunduran suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam, hal yang sangat berpengaruh yakni kualitas sumber daya manusia. Salah satu tolak ukur kualitas sumber daya manusia yakni melalui karakteristik. Semakin kuat karakteristik manusia maka semain baik kualitasnya. Jiwa adalah wadah karakter dan kepribadian warga negara, karenanya kesehatan jiwa dan mental perlu diperhatikan dan diupayakan dalam kerangka membentuk pola perilaku dan karakteristik warga negara (civic disposition). Peningkatan karakteristik warga negara untuk menjadi good citizenship akan terhambat ketika warga negara mengalami gejala gangguan kesehatan mental. Maka dari itu masalah kesehatan mental dan upaya peningkatan karakteristik warga negara (civic disposition) perlu dipahami dengan baik.

Pada masa Pandemi Covid-19 ini tak sedikit orang yang mengalami gejala gangguan kesehatan metal seperti stres hingga depresi, rasa tidak nyaman dengan diri sendiri, insecure yang berlebihan, dan lain sebagainya sehingga hal ini mampu mempengaruhi peningkatan karakteristik warga negara ke arah yang lebih buruk. Selama satu bulan, tim membuat sebuah platform digital Solidaritas Mental Health (SOMEAH) yang bertujuan untuk mengatasi gejala awal gangguan kesehatan mental agar tidak berlanjut kejenjang yang lebih serius sehingga mampu meningkatkan karakteristik warga negara (civic disposition). Platform SOMEAH dibuat dalam bentuk digital berarti memiliki cakupan yang luas tanpa berbatas waktu. Melalui desain produk berbasis digital berbentuk platform instagram, facebook, twitter, tiktok serta website akan memudahkan proses edukasi masyarakat terutama pada generasi Z mengenai gejala kesehatan mental, serta mempermudah penanggulangan gejala gangguan kesehatan metal sehingga mampu menekan permasalahan kesehatan mental generasi Z di Indonesia.

Kesehatan mental warga negara merupakan wujud dari kesejahteraan negara. Sejatinya, kesehatan mental sangat mempengaruhi peningkatan karakteristik warga negara. Ketua Tim peneliti, Renita Wildy Hernanda menyebutkan “Karakteristik warga negara terutama moral generasi Z sebagai generasi penerus bangsa harus mendapatkan perhatian penuh. Kita harus membuka mata dan bergandengan tangan membangun generasi penerus bangsa yang memiliki mental yang sehat dan moral yang baik”.

Kunjungi sosial media dan website SOMEAH:
Website: https://someahwebsite.my.id/
Instagram: @someah_official
Twitter: @official_someah 
Tiktok: @someahofficial
Facebook: Someah

News